/menghentikan langkah kakiku di depan sebuah ruangan lalu membuka pintunya perlahan/
ruangan ini masih saja sama persis seperti saat terakhir kau meninggalkanku
/melangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan ; mengulurkan tanganku ke arah tirai lantas menyibaknya ke samping ; menyandarkan tubuhku pada sisi jendela sembari meletakan ponselku di atas meja/
aku tak tau harus menyebut hari ini hari bahagia atau hari kesedihan, karna tepat saat malam menuju tanggal 14 yang seharusnya adalah malam bahagia untuk kita malah berubah menjadi gelap gulita
/menutup mataku saat merasakan angin meniup lembut wajahku ; melipat kedua lenganku di depan dada sembari tersenyum tipis tatkala membayangkan kejadian di malam itu/
kamu datang padaku lalu memadamkan satu satunya pelita yang menerangi kegelapan dengan badai yang hanya menyisakan pilu, tanpa aba aba kau ucapkan kalimat perpisahan dimana seharusnya hanya ada kata kata yang indah terucap dari bibir mungilmu
/membuka kedua netraku kala merasakan air mataku mulai menetes ; menundukan wajahku sambil meremat baju yang ku kenakan/
aku berharap kau mendekat dan memeluk tubuhku yang membisu saat itu lalu meyakinkanku bahwa itu hanyalah sebuah lelucon, sayangnya kamu justru menepuk pundaku dan menjelaskan ini bukan sebuah candaan
/memfokuskan pandanganku ke arah sebuah kamera ; meraih alat potret yang tergeletak di dalam kotak kecil ; mengusapnya perlahan lalu mulai melihat foto dan vidio yang tersimpan disana/
setelah kepergianmu sejak saat itulah kau juga membawa cinta harapan dan tawaku bersamamu dan meninggalkan raga yang masih saaja terpaku pada sosok gadis lemah lembut yang memiliki dekapan sehangat mentari
/meletakkan kembali kamera itu ke dalam kotaknya ; mengusap air mataku lantas mengalihkan pandanganku pada lukisan yang terpampang di dinding/
happy anniversary and day of loss to both of us, entah kamu dan perasaanmu masih sama atau tidak tapi bagiku cinta ini akan selalu menjadi milikmu sampai tuhan memberikan rumah lain setelah dirimu.
ㅤㅤ ㅤㅤㅤ 𝗳𝗿𝗼𝗺 𝘁𝗵𝗲 𝗽𝗿𝗶𝗻𝗰𝗲 𝘁𝗼 𝘁𝗵𝗲 𝗱𝗼𝘃𝗲
ruangan ini masih saja sama persis seperti saat terakhir kau meninggalkanku
/melangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan ; mengulurkan tanganku ke arah tirai lantas menyibaknya ke samping ; menyandarkan tubuhku pada sisi jendela sembari meletakan ponselku di atas meja/
aku tak tau harus menyebut hari ini hari bahagia atau hari kesedihan, karna tepat saat malam menuju tanggal 14 yang seharusnya adalah malam bahagia untuk kita malah berubah menjadi gelap gulita
/menutup mataku saat merasakan angin meniup lembut wajahku ; melipat kedua lenganku di depan dada sembari tersenyum tipis tatkala membayangkan kejadian di malam itu/
kamu datang padaku lalu memadamkan satu satunya pelita yang menerangi kegelapan dengan badai yang hanya menyisakan pilu, tanpa aba aba kau ucapkan kalimat perpisahan dimana seharusnya hanya ada kata kata yang indah terucap dari bibir mungilmu
/membuka kedua netraku kala merasakan air mataku mulai menetes ; menundukan wajahku sambil meremat baju yang ku kenakan/
aku berharap kau mendekat dan memeluk tubuhku yang membisu saat itu lalu meyakinkanku bahwa itu hanyalah sebuah lelucon, sayangnya kamu justru menepuk pundaku dan menjelaskan ini bukan sebuah candaan
/memfokuskan pandanganku ke arah sebuah kamera ; meraih alat potret yang tergeletak di dalam kotak kecil ; mengusapnya perlahan lalu mulai melihat foto dan vidio yang tersimpan disana/
setelah kepergianmu sejak saat itulah kau juga membawa cinta harapan dan tawaku bersamamu dan meninggalkan raga yang masih saaja terpaku pada sosok gadis lemah lembut yang memiliki dekapan sehangat mentari
/meletakkan kembali kamera itu ke dalam kotaknya ; mengusap air mataku lantas mengalihkan pandanganku pada lukisan yang terpampang di dinding/
happy anniversary and day of loss to both of us, entah kamu dan perasaanmu masih sama atau tidak tapi bagiku cinta ini akan selalu menjadi milikmu sampai tuhan memberikan rumah lain setelah dirimu.
ㅤㅤ ㅤㅤㅤ 𝗳𝗿𝗼𝗺 𝘁𝗵𝗲 𝗽𝗿𝗶𝗻𝗰𝗲 𝘁𝗼 𝘁𝗵𝗲 𝗱𝗼𝘃𝗲
/berjalan di sekitar taman mencari udara segar ; menghentikan langkahku didepan kursi taman lantas mendudukkan tubuhku ; menyandarkan punggungku pada kursi taman ; mendongakkan kepalaku memandangi cantiknya langit sore/
Cantik, sayangnya hanya dapat dipandangi tanpa bisa dimiliki haha.
/mendengar suara tertawa di area taman ; mengulas senyum tipis dibibirku lantas menghela nafas pelan/
Sepertinya mereka tau kalau saya merindukanmu, bahkan suaramu sekarang terdengar jelas ditelinga saya
/mendengar suara tersebut semakin jelas ; mengedarkan pandanganku ke area taman lantas mendapati sosok yang kukenal ; melangkahkan kakiku mendekatimu sembari mengembangkan senyum dibibirku ; tertegun tatkala mendapati seseorang datang dan mencium pucuk kepalamu ; memukul pelan dadaku saat merasakan sakit/
: Loh Evan? itu kamu kan? ngapain diem disitu, kesambet loh nanti
Eh, Gala? benar kan Gala? tadi saya memastikan apa itu betul kamu atau tidak, lama tidak berjumpa. Apakabar? kelihatannya kamu lebih bahagia ya sekarang
: Iyaa dong bahagia, udah punya pacar ini, kamu ga bisa ngatain nt lagi ini. Kenalin Van ini pacar saya, Ay kenalin ini evan teman saya.
/terdiam sejenak mendengar penuturanmu ; mengulurkan tanganku sembari tersenyum kepada kekasihmu ; menjabat tangannya kemudian melepaskannya ; mengalihkan pandanganku padamu sekilas/
Halo, saya Evan.. Senang bertemu dengan mu
Selamat ya Gal akhirnya setelah sekian lama kamu galauin orang yang tidak jelas akhirnya sekarang sudah punya pacar, jangan lupa pajak jadian ya haha. Kalau begitu saya duluan ya, saya lupa kalau ada urusan. Bahagia selalu ya Gala, semoga kamu dijauhkan dari hal hal yang membuatmu sakit. Ah ya.. ong last ya, jangan disakitin Galanya.
/membalikkan tubuhku ; bergegas pergi meninggalkan taman sembari menahan sakit didadaku ; membalikkan tubuhku dan mengamatimu dari jauh ; menghela nafasku pelan/
Huhh.. Kita memang punya cinta, tetapi dunia juga punya norma. Sejauh apapun saya mengejar kamu dan sekuat apa saya berjuang mendapatkanmu, kalau dunia tidak menyetujuinya saya bisa apa. Kini saya hanya bisa melihatmu dari jauh.. Selamat atas hubunganmu dan selamat tinggal, kisah kita saya tutup sebelum kita memulainya.
— Seseorang yang belum sempat bersamamu
Cantik, sayangnya hanya dapat dipandangi tanpa bisa dimiliki haha.
/mendengar suara tertawa di area taman ; mengulas senyum tipis dibibirku lantas menghela nafas pelan/
Sepertinya mereka tau kalau saya merindukanmu, bahkan suaramu sekarang terdengar jelas ditelinga saya
/mendengar suara tersebut semakin jelas ; mengedarkan pandanganku ke area taman lantas mendapati sosok yang kukenal ; melangkahkan kakiku mendekatimu sembari mengembangkan senyum dibibirku ; tertegun tatkala mendapati seseorang datang dan mencium pucuk kepalamu ; memukul pelan dadaku saat merasakan sakit/
: Loh Evan? itu kamu kan? ngapain diem disitu, kesambet loh nanti
Eh, Gala? benar kan Gala? tadi saya memastikan apa itu betul kamu atau tidak, lama tidak berjumpa. Apakabar? kelihatannya kamu lebih bahagia ya sekarang
: Iyaa dong bahagia, udah punya pacar ini, kamu ga bisa ngatain nt lagi ini. Kenalin Van ini pacar saya, Ay kenalin ini evan teman saya.
/terdiam sejenak mendengar penuturanmu ; mengulurkan tanganku sembari tersenyum kepada kekasihmu ; menjabat tangannya kemudian melepaskannya ; mengalihkan pandanganku padamu sekilas/
Halo, saya Evan.. Senang bertemu dengan mu
Selamat ya Gal akhirnya setelah sekian lama kamu galauin orang yang tidak jelas akhirnya sekarang sudah punya pacar, jangan lupa pajak jadian ya haha. Kalau begitu saya duluan ya, saya lupa kalau ada urusan. Bahagia selalu ya Gala, semoga kamu dijauhkan dari hal hal yang membuatmu sakit. Ah ya.. ong last ya, jangan disakitin Galanya.
/membalikkan tubuhku ; bergegas pergi meninggalkan taman sembari menahan sakit didadaku ; membalikkan tubuhku dan mengamatimu dari jauh ; menghela nafasku pelan/
Huhh.. Kita memang punya cinta, tetapi dunia juga punya norma. Sejauh apapun saya mengejar kamu dan sekuat apa saya berjuang mendapatkanmu, kalau dunia tidak menyetujuinya saya bisa apa. Kini saya hanya bisa melihatmu dari jauh.. Selamat atas hubunganmu dan selamat tinggal, kisah kita saya tutup sebelum kita memulainya.
— Seseorang yang belum sempat bersamamu
Lia:
/membenarkan tasku ; melangkahkan kakiku di trotoar sembari mendengarkan lagu ; menghentikan langkahku sejenak tatkala melihat keberadaanmu dari jauh/
seperti dia..
/menghela nafasku pelan ; berjalan mendekatimu sembari melepas earphoneku ; berdiri tepat di sebelahmu seraya menatap ke arah jalan/
ekhm.. apa kabar?
Raka:
/mengedarkan pandanganku ke sekeliling ; menghentikan pandanganku ke arah suatu tempat lalu melangkah kakiku menuju tempat itu ; memberhentikan langkahku/
Ah sudah lama sepertinya saya tidak kesini?
/mendengarkan suara tidak asing dipendengaranku ; menolehkan wajahku mencari sumber suara tersebut lalu tersenyum manis mendapatimu/
Saya kabar baik bagaimana denganmu?
Lia:
/memainkan earphoneku ; mengulas senyum di bibirku tatkala mendengar jawabanmu ; menundukkan kepalaku guna melihat tanganku yang memasukkan earphone kedalam tas/
syukurlah kalau begitu, nyatanya tanpaku pun kamu juga baik-baik saja
/menegakkan kepalaku ; menoleh ke arahmu sembari tersenyum ; menggenggam tali tasku dengan tangan kananku/
aku? bisa di bilang baik bisa di bilang tidak. tapi sejauh ini aku mencoba untuk baik-baik saja
Raka:
/tersenyum kepadamu ; mengulurkan tanganku guna meraih tanganmu pada tali tas ; menggenggam jari²mu/
Saya sedang berusaha baik² saja tampamu, tanpa terikat hubungan darimu.
/Memeluk tubuhmu ; mengusap pelan punggungmu sambil mengucapkan kalimat yang berada di kepalaku ; mendengarkan isakan kecil darimu/
Sebenarnya saya masih sangat² mencintai kamu, tapi saya tidak bisa apa². tidak akan mengambil kamu dari tuhanmu kapanpun, semoga kamu bisa menemukan orang lebih baik daripada saya ya
Lia:
/mendengarkan ucapanmu ; melihat pergerakan tanganmu yang meraih tanganku ; membalas genggaman tanganmu/
kamu harus baik-baik saja
/merasakan hangat tubuhmu ; mengulurkan tanganku guna membalas dekapan hangatmu ; menyembunyikan wajahku di dadamu seraya merasakan usapan tanganmu di punggungku ; memejamkan mataku sembari terisak kecil/
aku juga masih mencintaimu, dan akupun tidak akan mengambil kamu dari Tuhanmu. terimakasih untuk dekapan hangatnya, aku harap kamu menemukan seseorang yang pantas untuk bersanding denganmu.
Raka:
/merenggangkan pelukan ; mengusak Surai hitam lalu mengecup singkat keningmu ; menggenggam tanganmu kembali/
Terima kasih atas hari² bahagia yang sudah kita ciptakan bersama
/Menatap wajahmu ; mengulurkan tanganku guna mengusap air mata menetes pada pipimu ; tersenyum manis kepadamu/
Selamat tinggal cantikku
/membenarkan tasku ; melangkahkan kakiku di trotoar sembari mendengarkan lagu ; menghentikan langkahku sejenak tatkala melihat keberadaanmu dari jauh/
seperti dia..
/menghela nafasku pelan ; berjalan mendekatimu sembari melepas earphoneku ; berdiri tepat di sebelahmu seraya menatap ke arah jalan/
ekhm.. apa kabar?
Raka:
/mengedarkan pandanganku ke sekeliling ; menghentikan pandanganku ke arah suatu tempat lalu melangkah kakiku menuju tempat itu ; memberhentikan langkahku/
Ah sudah lama sepertinya saya tidak kesini?
/mendengarkan suara tidak asing dipendengaranku ; menolehkan wajahku mencari sumber suara tersebut lalu tersenyum manis mendapatimu/
Saya kabar baik bagaimana denganmu?
Lia:
/memainkan earphoneku ; mengulas senyum di bibirku tatkala mendengar jawabanmu ; menundukkan kepalaku guna melihat tanganku yang memasukkan earphone kedalam tas/
syukurlah kalau begitu, nyatanya tanpaku pun kamu juga baik-baik saja
/menegakkan kepalaku ; menoleh ke arahmu sembari tersenyum ; menggenggam tali tasku dengan tangan kananku/
aku? bisa di bilang baik bisa di bilang tidak. tapi sejauh ini aku mencoba untuk baik-baik saja
Raka:
/tersenyum kepadamu ; mengulurkan tanganku guna meraih tanganmu pada tali tas ; menggenggam jari²mu/
Saya sedang berusaha baik² saja tampamu, tanpa terikat hubungan darimu.
/Memeluk tubuhmu ; mengusap pelan punggungmu sambil mengucapkan kalimat yang berada di kepalaku ; mendengarkan isakan kecil darimu/
Sebenarnya saya masih sangat² mencintai kamu, tapi saya tidak bisa apa². tidak akan mengambil kamu dari tuhanmu kapanpun, semoga kamu bisa menemukan orang lebih baik daripada saya ya
Lia:
/mendengarkan ucapanmu ; melihat pergerakan tanganmu yang meraih tanganku ; membalas genggaman tanganmu/
kamu harus baik-baik saja
/merasakan hangat tubuhmu ; mengulurkan tanganku guna membalas dekapan hangatmu ; menyembunyikan wajahku di dadamu seraya merasakan usapan tanganmu di punggungku ; memejamkan mataku sembari terisak kecil/
aku juga masih mencintaimu, dan akupun tidak akan mengambil kamu dari Tuhanmu. terimakasih untuk dekapan hangatnya, aku harap kamu menemukan seseorang yang pantas untuk bersanding denganmu.
Raka:
/merenggangkan pelukan ; mengusak Surai hitam lalu mengecup singkat keningmu ; menggenggam tanganmu kembali/
Terima kasih atas hari² bahagia yang sudah kita ciptakan bersama
/Menatap wajahmu ; mengulurkan tanganku guna mengusap air mata menetes pada pipimu ; tersenyum manis kepadamu/
Selamat tinggal cantikku
Nama : Azzariexe jjexlyn V D'Os
Id : @WindZzhu
Kelas : Elfvate
/berjalan pelan ke arah pantai ; mengulas senyumanku sembari menatap lekat deras ombak dari tepi pantai ; mengalihkan atensiku ke arah batu kecil kemudian menendangnya pelan ; menegakkan kembali pandanganku lalu melihat tempat duduk di sekitar pantai ; menghentikkan langkahku kemudian mendudukkan tubuhku di bangku tersebut/
Huft.... indah ya, coba aja keindahan pantai ini dapat dilihat oleh sahabatku juga, pasti makin makin indah deh, aku berharap dia bisa disini bersamaku....
/mengalihkan pandangan ku ke samping ; mengulurkan tanganku ke samping tempat dudukku kemudian mengusap pelan bangku tersebut/
Andai aja dia disebelahku... disini, mungkin aku bakal cerita cerita hal random bersamanya... kapan ya dia kembali???? Aku sering berdoa kepada tuhan buat dia supaya dia bisa jadi orang sukses secepatnya dan kembali lagi kesini, lalu kami main bareng² lagi seperti masa masa kecil kami
/mengulas senyuman manisku ; menutup mataku lalu menghembuskan nafasku pelan ; membuka mataku kembali kemudian melihat ke arah derasnya ombak ombak pantai ; mengarahkan pandanganku ke langit lantas menutup kembali mataku/
Ya tuhan... tolong lindungi sahabatku dan semoga dia bisa disini lagi bareng aku, semoga dia cepat menjadi orang sukses dan membahagiakan orang tuanya secepatnya
/membuka mataku kembali ; tersenyum manis sembari merasakan hembusan angin pantai ; mengulurkan tanganku guna mengambil sebuah batu kecil ; melemparkan batu kecil tersebut ke arah derasnya ombak pantai ; berdiri dari tempat dudukku dan mengarahkan fokus kedua netraku ke arah pantai ; membalikkan badan lalu berjalan kembali ke arah mobil/
Id : @WindZzhu
Kelas : Elfvate
/berjalan pelan ke arah pantai ; mengulas senyumanku sembari menatap lekat deras ombak dari tepi pantai ; mengalihkan atensiku ke arah batu kecil kemudian menendangnya pelan ; menegakkan kembali pandanganku lalu melihat tempat duduk di sekitar pantai ; menghentikkan langkahku kemudian mendudukkan tubuhku di bangku tersebut/
Huft.... indah ya, coba aja keindahan pantai ini dapat dilihat oleh sahabatku juga, pasti makin makin indah deh, aku berharap dia bisa disini bersamaku....
/mengalihkan pandangan ku ke samping ; mengulurkan tanganku ke samping tempat dudukku kemudian mengusap pelan bangku tersebut/
Andai aja dia disebelahku... disini, mungkin aku bakal cerita cerita hal random bersamanya... kapan ya dia kembali???? Aku sering berdoa kepada tuhan buat dia supaya dia bisa jadi orang sukses secepatnya dan kembali lagi kesini, lalu kami main bareng² lagi seperti masa masa kecil kami
/mengulas senyuman manisku ; menutup mataku lalu menghembuskan nafasku pelan ; membuka mataku kembali kemudian melihat ke arah derasnya ombak ombak pantai ; mengarahkan pandanganku ke langit lantas menutup kembali mataku/
Ya tuhan... tolong lindungi sahabatku dan semoga dia bisa disini lagi bareng aku, semoga dia cepat menjadi orang sukses dan membahagiakan orang tuanya secepatnya
/membuka mataku kembali ; tersenyum manis sembari merasakan hembusan angin pantai ; mengulurkan tanganku guna mengambil sebuah batu kecil ; melemparkan batu kecil tersebut ke arah derasnya ombak pantai ; berdiri dari tempat dudukku dan mengarahkan fokus kedua netraku ke arah pantai ; membalikkan badan lalu berjalan kembali ke arah mobil/
Nama : Jidan San Pratama
Id : @laljaki
Kelas : Elfvate
────────────────────
/memainkan jari jemari pada senar gitar ; menatap wajahmu seraya bernyanyi/
'Cause I'm in a field of dandelions
Wishing on every one that you'd be mine, mine
/berhenti memainkan gitar ; mengambil buket bunga di belakangku lalu memberikannya padamu ; melukis senyum hangat pada bibirku/
Hanna, i know you must be thinking why did I give u the dandelions?
; kenapa dandelion?
/terkekeh perlahan mendengar pertanyaanmu ; mengacak-acak rambutmu lantas mencubit pipimu ; mengambil salah satu tangan guna memegang bunga yang ada di tanganku/
Simply, I hope you'll be the better and the stronger you are with me, Hanna. Jadi kamu ga perlu takut untuk bertemu orang di sekitar mu karena aku disini bersamamu.
Id : @laljaki
Kelas : Elfvate
────────────────────
/memainkan jari jemari pada senar gitar ; menatap wajahmu seraya bernyanyi/
'Cause I'm in a field of dandelions
Wishing on every one that you'd be mine, mine
/berhenti memainkan gitar ; mengambil buket bunga di belakangku lalu memberikannya padamu ; melukis senyum hangat pada bibirku/
Hanna, i know you must be thinking why did I give u the dandelions?
; kenapa dandelion?
/terkekeh perlahan mendengar pertanyaanmu ; mengacak-acak rambutmu lantas mencubit pipimu ; mengambil salah satu tangan guna memegang bunga yang ada di tanganku/
Simply, I hope you'll be the better and the stronger you are with me, Hanna. Jadi kamu ga perlu takut untuk bertemu orang di sekitar mu karena aku disini bersamamu.