βͺ Minat dan NIAT βͺ All gender & all chara allowed βͺ Dapat bertanggung jawab βͺ Tidak gila jabatan dan siap diturunkan/dilepas dari jabatan bila melakukan kesalahan βͺ Tidak merajuk ataupun baperan saat ditegur βͺ Berbakat dalam bidang pereditan (edit keperluan sq, edit konten) βͺ Kreatif dalam mengedit βͺ Dapat mengedit minimal 1 kali dalam seminggu βͺ Mempunyai minimal 3 apk edit βͺ Dapat membantu admin konten jika ada kesulitan dalam mengedit konten βͺ Kembali ke rules utama
βͺ Minat dan NIAT βͺ All gender & all chara allowed βͺ Dapat bertanggung jawab βͺ Tidak gila jabatan dan siap diturunkan/dilepas dari jabatan bila melakukan kesalahan βͺ Tidak merajuk ataupun baperan saat ditegur βͺ Berbakat dalam bidang pereditan (edit keperluan sq, edit konten) βͺ Kreatif dalam mengedit βͺ Dapat mengedit minimal 1 kali dalam seminggu βͺ Mempunyai minimal 3 apk edit βͺ Dapat membantu admin konten jika ada kesulitan dalam mengedit konten βͺ Kembali ke rules utama
Image: Telegram. Public channels are public to the internet, regardless of whether or not they are subscribed. A public channel is displayed in search results and has a short address (link). Each account can create up to 10 public channels Ng was convicted in April for conspiracy to incite a riot, public nuisance, arson, criminal damage, manufacturing of explosives, administering poison and wounding with intent to do grievous bodily harm between October 2019 and June 2020. Ng, who had pleaded not guilty to all charges, had been detained for more than 20 months. His channel was said to have contained around 120 messages and photos that incited others to vandalise pro-government shops and commit criminal damage targeting police stations.
from us