KISAH Telegram 243
Apakah kamu tahu siapa pemimpin Muslim yang menjadi penyebab masuknya 15 negara ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong?

Dialah penakluk Afrika Barat yang ketika menyerukan perang, diikuti oleh 500 ribu pasukan berkuda!
Ia adalah Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni, Amir Dawlah Murabithin setelah saudaranya, Amir Yahya bin Umar al-Lamtuni.

Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni adalah salah satu ulama Murabithin, yang menggabungkan kepemimpinan agama dan politik. Dalam dua tahun kepemimpinannya atas kelompok Murabithin setelah Syekh Abdullah bin Yasin, terbentuklah cikal bakal Negara Murabithin di wilayah utara Senegal dan selatan Mauritania, yang pada awalnya hanya berupa wilayah kecil yang hampir tidak terlihat di peta.

Saat memimpin gerakan Murabithin, terjadi perselisihan di antara beberapa suku Amazigh di wilayah antara Maroko dan Mauritania. Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni pun berangkat bersama sebagian Murabithin untuk menyelesaikan konflik tersebut, meninggalkan kepemimpinan Murabithin kepada sepupunya, Amir Yusuf bin Tasyfin, yang dikenal zuhud.

Setelah berhasil menyelesaikan konflik tersebut, Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni bergerak ke Afrika Barat untuk menyerukan Islam.
Ia menemukan suku-suku pagan yang sama sekali tidak mengenal Allah. Mereka menyembah pohon, berhala, dan benda-benda aneh. Beliau sangat prihatin dengan kondisi ini karena telah belajar dari gurunya, Abdullah bin Yasin, untuk memikul tanggung jawab dakwah dan membawa hidayah kepada seluruh manusia, bahkan yang bukan Muslim sekalipun.

Dengan membawa 7.000 orang, ia mengajarkan Islam kepada penduduk setempat. Mereka pun terkejut, bertanya-tanya: "Mengapa kami belum pernah mendengar tentang agama ini sebelumnya? Bagaimana kami bisa hidup jauh dari agama yang begitu menyeluruh ini?" Mereka sebelumnya hidup di pedalaman Afrika, melakukan praktik-praktik aneh, dan menyembah berhala tanpa mengenal Tuhan. Dengan kesabaran, Abu Bakar bin Umar terus berdakwah hingga banyak dari mereka yang memeluk Islam, meski sebagian lainnya menentang dan terlibat dalam peperangan panjang.

Abu Bakar bin Umar terus memperluas dakwahnya. Pada tahun 468 H (1076 M), setelah 15 tahun meninggalkan wilayah selatan Mauritania, ia kembali dan mendapati sepupunya, Yusuf bin Tasyfin, yang dulu ia tinggalkan di utara Senegal dan selatan Mauritania, telah menjadi penguasa atas Senegal, Mauritania, Maroko, Aljazair, serta memimpin 100 ribu pasukan berkuda dalam kekuasaan besar yang dikenal sebagai Dawlah Murabithin al-Kubra.

Abu Bakar bin Umar melihat Yusuf bin Tasyfin sebagai pemimpin yang zuhud, bertakwa, menguasai agama, politik, dan kepemimpinan. Maka, Abu Bakar bin Umar melakukan sesuatu yang sangat langka dalam sejarah Muslim. Ia berkata kepada Yusuf bin Tasyfin:
"Engkaulah yang lebih layak memimpin dibandingkan diriku. Engkau mampu mempersatukan umat dan mengelola negara. Adapun aku, telah merasakan manisnya membawa manusia masuk Islam. Maka, aku akan kembali ke pedalaman Afrika untuk terus berdakwah."

Setelah itu, Abu Bakar bin Umar melanjutkan dakwahnya di pedalaman Afrika, berpindah dari satu suku ke suku lainnya di Guinea-Bissau, Sierra Leone, Pantai Gading, Mali, Burkina Faso, Niger, Ghana, Benin, Togo, Nigeria, Kamerun, Afrika Tengah, Gabon, dan negara-negara lainnya.

Melalui perjuangannya, lebih dari 15 negara Afrika menerima Islam, hingga Dawlah Murabithin membentang luas dengan ribuan orang yang mencintai agama Allah dan siap membela Islam. Ketika ia menyerukan perang, sekitar setengah juta orang bergabung membela agama Allah.

Setelah menjalani kehidupan panjang yang penuh pengabdian kepada Allah, Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni gugur sebagai syahid dalam salah satu penaklukannya pada tahun 480 H (1087 M). Semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai syuhada.

Sumber:

📔Dawlah al-Islam fi al-Andalus oleh Muhammad Abdullah Anan.

📔Al-Tarikh al-Andalusi min al-Fath al-Islami ila Suquth Gharnatah oleh Dr. Abdurrahman Ali al-Hajji.

📔Nafh al-Tib karya al-Muqri.

www.tgoop.com/kisah



tgoop.com/kisah/243
Create:
Last Update:

Apakah kamu tahu siapa pemimpin Muslim yang menjadi penyebab masuknya 15 negara ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong?

Dialah penakluk Afrika Barat yang ketika menyerukan perang, diikuti oleh 500 ribu pasukan berkuda!
Ia adalah Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni, Amir Dawlah Murabithin setelah saudaranya, Amir Yahya bin Umar al-Lamtuni.

Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni adalah salah satu ulama Murabithin, yang menggabungkan kepemimpinan agama dan politik. Dalam dua tahun kepemimpinannya atas kelompok Murabithin setelah Syekh Abdullah bin Yasin, terbentuklah cikal bakal Negara Murabithin di wilayah utara Senegal dan selatan Mauritania, yang pada awalnya hanya berupa wilayah kecil yang hampir tidak terlihat di peta.

Saat memimpin gerakan Murabithin, terjadi perselisihan di antara beberapa suku Amazigh di wilayah antara Maroko dan Mauritania. Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni pun berangkat bersama sebagian Murabithin untuk menyelesaikan konflik tersebut, meninggalkan kepemimpinan Murabithin kepada sepupunya, Amir Yusuf bin Tasyfin, yang dikenal zuhud.

Setelah berhasil menyelesaikan konflik tersebut, Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni bergerak ke Afrika Barat untuk menyerukan Islam.
Ia menemukan suku-suku pagan yang sama sekali tidak mengenal Allah. Mereka menyembah pohon, berhala, dan benda-benda aneh. Beliau sangat prihatin dengan kondisi ini karena telah belajar dari gurunya, Abdullah bin Yasin, untuk memikul tanggung jawab dakwah dan membawa hidayah kepada seluruh manusia, bahkan yang bukan Muslim sekalipun.

Dengan membawa 7.000 orang, ia mengajarkan Islam kepada penduduk setempat. Mereka pun terkejut, bertanya-tanya: "Mengapa kami belum pernah mendengar tentang agama ini sebelumnya? Bagaimana kami bisa hidup jauh dari agama yang begitu menyeluruh ini?" Mereka sebelumnya hidup di pedalaman Afrika, melakukan praktik-praktik aneh, dan menyembah berhala tanpa mengenal Tuhan. Dengan kesabaran, Abu Bakar bin Umar terus berdakwah hingga banyak dari mereka yang memeluk Islam, meski sebagian lainnya menentang dan terlibat dalam peperangan panjang.

Abu Bakar bin Umar terus memperluas dakwahnya. Pada tahun 468 H (1076 M), setelah 15 tahun meninggalkan wilayah selatan Mauritania, ia kembali dan mendapati sepupunya, Yusuf bin Tasyfin, yang dulu ia tinggalkan di utara Senegal dan selatan Mauritania, telah menjadi penguasa atas Senegal, Mauritania, Maroko, Aljazair, serta memimpin 100 ribu pasukan berkuda dalam kekuasaan besar yang dikenal sebagai Dawlah Murabithin al-Kubra.

Abu Bakar bin Umar melihat Yusuf bin Tasyfin sebagai pemimpin yang zuhud, bertakwa, menguasai agama, politik, dan kepemimpinan. Maka, Abu Bakar bin Umar melakukan sesuatu yang sangat langka dalam sejarah Muslim. Ia berkata kepada Yusuf bin Tasyfin:
"Engkaulah yang lebih layak memimpin dibandingkan diriku. Engkau mampu mempersatukan umat dan mengelola negara. Adapun aku, telah merasakan manisnya membawa manusia masuk Islam. Maka, aku akan kembali ke pedalaman Afrika untuk terus berdakwah."

Setelah itu, Abu Bakar bin Umar melanjutkan dakwahnya di pedalaman Afrika, berpindah dari satu suku ke suku lainnya di Guinea-Bissau, Sierra Leone, Pantai Gading, Mali, Burkina Faso, Niger, Ghana, Benin, Togo, Nigeria, Kamerun, Afrika Tengah, Gabon, dan negara-negara lainnya.

Melalui perjuangannya, lebih dari 15 negara Afrika menerima Islam, hingga Dawlah Murabithin membentang luas dengan ribuan orang yang mencintai agama Allah dan siap membela Islam. Ketika ia menyerukan perang, sekitar setengah juta orang bergabung membela agama Allah.

Setelah menjalani kehidupan panjang yang penuh pengabdian kepada Allah, Abu Bakar bin Umar al-Lamtuni gugur sebagai syahid dalam salah satu penaklukannya pada tahun 480 H (1087 M). Semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai syuhada.

Sumber:

📔Dawlah al-Islam fi al-Andalus oleh Muhammad Abdullah Anan.

📔Al-Tarikh al-Andalusi min al-Fath al-Islami ila Suquth Gharnatah oleh Dr. Abdurrahman Ali al-Hajji.

📔Nafh al-Tib karya al-Muqri.

www.tgoop.com/kisah

BY Kisah-Kisah Hikmah


Share with your friend now:
tgoop.com/kisah/243

View MORE
Open in Telegram


Telegram News

Date: |

The optimal dimension of the avatar on Telegram is 512px by 512px, and it’s recommended to use PNG format to deliver an unpixelated avatar. Today, we will address Telegram channels and how to use them for maximum benefit. Image: Telegram. 5Telegram Channel avatar size/dimensions The imprisonment came as Telegram said it was "surprised" by claims that privacy commissioner Ada Chung Lai-ling is seeking to block the messaging app due to doxxing content targeting police and politicians.
from us


Telegram Kisah-Kisah Hikmah
FROM American