NGAJI Telegram 213
Mutiara Sirah Nabawiyah ke-12

Menjelang Turunnya Wahyu Pertama

1. Mendekati risalah kenabian tepatnya ketika usia Muhammad 37-40 tahun, beliau mendapati kesenangan untuk mengasingkan diri di Gua Hira. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perenungan beliau atas apa yang terjadi di masyarakat Mekkah, yakni banyaknya praktik kemusyrikan yang berlawanan dengan hati nuraninya.

2. Dalam rentang waktu 3 tahun, selama satu bulan penuh di setiap bulan Ramadhan, Muhammad mengisi waktunya untuk beribadah, memikirkan keagungan alam, dan berupaya mencari solusi dari permasalahan yang terjadi di masyarakat Quraisy.

3. Pilihan beliau untuk menyendiri merupakan bagian dari pengaturan Allah agar terputus sejenak dari kesibukan duniawi. Hal ini menjadi bekal penting bagi Muhammad untuk mengemban amanah agung yang menantinya.

4. Terdapat dua pelajaran pentingnya mengalokasikan waktu khusus untuk menyendiri dalam kehidupan seorang muslim: 1) Mengenal kekurangan diri berupa sifat-sifat buruk, kemudian beristighfar dan bertaubat untuk kembali kepada Allah. 2) Berdzikir mengingat Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, mengingat hari akhir, surga, dan neraka. Semua hal tersebut yang bisa mengantarkan kita untuk kembali dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan.

5. Di dalam kehidupan seringkali kita menghadapi permasalahan yang sangat pelik hingga membuat diri resah dan terus memikirkannya. Jika solusi tidak kunjung datang, salah satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan cara mengambil jarak baik secara ruang maupun waktu. Terkadang, selama posisi kita masih berada dekat dengan masalah, kita menjadi bagian dari kompleksitas masalah tersebut. Perlu keberanian untuk sejenak menjauh dari permasalahan agar kita bisa melihat solusinya dengan lebih jernih.

6. Setiap harinya, Allah memberikan waktu khusus bagi setiap muslim menyendiri untuk menjauh sejenak dari aktivitas sehari-hari. Waktu tersebut di sepertiga malam terkahir dengan melakukan qiyamullail tatkala manusia lain sedang tidur. Qiyamullail dan tilawah Al-Quran ialah bentuk menyendirinya seorang muslim sebagai bekal untuk menyampaikan nilai-nilai Islam di masyarakat.

7. Dengan izin Allah, kita akan memasuki Ramadhan tahun ini. Alangkah baiknya kita memanfaatkan momen bulan suci ini, terutama di sepuluh malam terakhir. Beritikaf merupakan kesempatan berharga untuk merenungi permasalahan yang dialami umat ini, mengintrospeksi kekurangan diri, mengevaluasi kualitas amal-amal kita, dan mengingat janji-janji Allah bagi orang-orang beriman. Harapannya, setelah Ramadhan kita memiliki pola pikir baru yang lebih segar untuk bekal kembali ke masyarakat memberikan berbagai macam solusi dari permasalahan kehidupan.

Wallahu'alam.

***Dari Mutiara Sirah Nabawiyah ke-12 jika ada pertanyaan atau diskusi bisa disampaikan melalui kolom komentar.



tgoop.com/Ngaji/213
Create:
Last Update:

Mutiara Sirah Nabawiyah ke-12

Menjelang Turunnya Wahyu Pertama

1. Mendekati risalah kenabian tepatnya ketika usia Muhammad 37-40 tahun, beliau mendapati kesenangan untuk mengasingkan diri di Gua Hira. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perenungan beliau atas apa yang terjadi di masyarakat Mekkah, yakni banyaknya praktik kemusyrikan yang berlawanan dengan hati nuraninya.

2. Dalam rentang waktu 3 tahun, selama satu bulan penuh di setiap bulan Ramadhan, Muhammad mengisi waktunya untuk beribadah, memikirkan keagungan alam, dan berupaya mencari solusi dari permasalahan yang terjadi di masyarakat Quraisy.

3. Pilihan beliau untuk menyendiri merupakan bagian dari pengaturan Allah agar terputus sejenak dari kesibukan duniawi. Hal ini menjadi bekal penting bagi Muhammad untuk mengemban amanah agung yang menantinya.

4. Terdapat dua pelajaran pentingnya mengalokasikan waktu khusus untuk menyendiri dalam kehidupan seorang muslim: 1) Mengenal kekurangan diri berupa sifat-sifat buruk, kemudian beristighfar dan bertaubat untuk kembali kepada Allah. 2) Berdzikir mengingat Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, mengingat hari akhir, surga, dan neraka. Semua hal tersebut yang bisa mengantarkan kita untuk kembali dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan.

5. Di dalam kehidupan seringkali kita menghadapi permasalahan yang sangat pelik hingga membuat diri resah dan terus memikirkannya. Jika solusi tidak kunjung datang, salah satu cara untuk menghadapinya yaitu dengan cara mengambil jarak baik secara ruang maupun waktu. Terkadang, selama posisi kita masih berada dekat dengan masalah, kita menjadi bagian dari kompleksitas masalah tersebut. Perlu keberanian untuk sejenak menjauh dari permasalahan agar kita bisa melihat solusinya dengan lebih jernih.

6. Setiap harinya, Allah memberikan waktu khusus bagi setiap muslim menyendiri untuk menjauh sejenak dari aktivitas sehari-hari. Waktu tersebut di sepertiga malam terkahir dengan melakukan qiyamullail tatkala manusia lain sedang tidur. Qiyamullail dan tilawah Al-Quran ialah bentuk menyendirinya seorang muslim sebagai bekal untuk menyampaikan nilai-nilai Islam di masyarakat.

7. Dengan izin Allah, kita akan memasuki Ramadhan tahun ini. Alangkah baiknya kita memanfaatkan momen bulan suci ini, terutama di sepuluh malam terakhir. Beritikaf merupakan kesempatan berharga untuk merenungi permasalahan yang dialami umat ini, mengintrospeksi kekurangan diri, mengevaluasi kualitas amal-amal kita, dan mengingat janji-janji Allah bagi orang-orang beriman. Harapannya, setelah Ramadhan kita memiliki pola pikir baru yang lebih segar untuk bekal kembali ke masyarakat memberikan berbagai macam solusi dari permasalahan kehidupan.

Wallahu'alam.

***Dari Mutiara Sirah Nabawiyah ke-12 jika ada pertanyaan atau diskusi bisa disampaikan melalui kolom komentar.

BY Ngaji


Share with your friend now:
tgoop.com/Ngaji/213

View MORE
Open in Telegram


Telegram News

Date: |

The administrator of a telegram group, "Suck Channel," was sentenced to six years and six months in prison for seven counts of incitement yesterday. Telegram message that reads: "Bear Market Screaming Therapy Group. You are only allowed to send screaming voice notes. Everything else = BAN. Text pics, videos, stickers, gif = BAN. Anything other than screaming = BAN. You think you are smart = BAN. Add the logo from your device. Adjust the visible area of your image. Congratulations! Now your Telegram channel has a face Click “Save”.! 6How to manage your Telegram channel? Public channels are public to the internet, regardless of whether or not they are subscribed. A public channel is displayed in search results and has a short address (link).
from us


Telegram Ngaji
FROM American