NGAJI Telegram 226
Mutiara Sirah Nabawiyah ke-18

Hijrah Pertama Dalam Islam

1. Peristiwa ini terjadi di tahun ke-5 kenabian untuk mencari alternatif lokasi dakwah lain yaitu di Habasyah (Ethiopia). Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan agama akibat ancaman Quraisy semakin membahayakan. Rasulullah mempersiapkan rencana cadangan jika sewaktu-waktu Islam harus menghadapi risiko terburuk. Kita mendapat pelajaran berharga bahwa salah satu syarat Islam dapat berkembang dengan baik yaitu adanya keamanan dan ketenangan dalam beribadah. Karena dengan begitu umat Islam bisa dengan leluasa menampilkan karakter Islam di tengah masyarakat, sehingga masyarakat umum bisa menilai sendiri praktik Islam dalam keseharian. Contoh nyatanya di Indonesia, Islam masuk dengan jalan damai menyebabkan saat ini menjadikan jumlah muslim terbesar di dunia.

2. Hijrah bukan perkara mudah sebab sangat besar tantangannya diantaranya: meninggalkan tanah air, jauh dari sanak saudara, perjalanan yang berbahaya, dan perlu beradaptasi di lingkungan baru dengan bahasa yang berbeda. Namun, Rasulullah perlu meyakinkan kepada pengikutnya betapa pentingnya hal ini untuk masa depan Islam, yaitu dengan cara mengikutsertakan keluarga terdekat yaitu: menantunya Utsman bin Affan, sepupunya Ja'far bin Abu Thalib, dan bahkan anak kandungnya sendiri Ruqayyah. Rasulullah memberikan contoh bagi seorang pemimpin dalam menyukseskan rencananya tidak hanya sekadar beretorika tanpa aksi, tetapi juga ikut memberikan kontribusi nyata bahkan sebagai pelopor pertama kali.

3. Dipilihnya Habasyah untuk hijrah merupakan pemahaman yang utuh dari Rasulullah atas geopolitik dan kelemahan dari Quraisy. Habasyah dibandingkan wilayah lain di sekitar Arab relatif lebih independen dalam hal afiliasi politik. Jika di Syam dan Mesir berada di bawah pengaruh Romawi, sementara Yaman merupakan subordinat dari kekuasaan Persia. Sehingga Rasulullah bisa menjamin keselamatan umat Islam di sana ditentukan oleh rajanya yang adil bernama Najasyi. Ditambah lagi, penduduk dan raja Habasyah memeluk agama Nasrani sebagai salah satu agama samawi yang paling dekat pemahamannya dengan Islam.

4. Quraisy merupakan suku yang hidupnya sangat bergantung dari perdagangan, sebab alam Mekkah tidak memungkinkan untuk mengembangkan pertanian. Faktanya, Quraisy memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Habasyah. Sehingga Rasulullah memahami jika suatu saat Quraisy melakukan sesuatu kepada umat Islam di Habasyah yang bisa membuat hubungan dengan Najasyi menjadi terganggu. Maka, salah satu efeknya bisa saja Habasyah memboikot perdagangannya dengan Mekkah. Pelajaran lain yang bisa diambil ialah salah satu bekal pemimpin perlu memilki pengetahuan yang baik atas kelemahan lawan. Meskipun belum ada konfrontasi secara langsung dengan Quraisy, Rasulullah sudah memperhitungkan cara menyerang balik pihak lawan.

5. Orang-orang yang dikirim hijrah ke Habasyah sudah dipikirkan matang-matang oleh Rasulullah. Sebagian diantara mereka merupakan tokoh penting perwakilan kabilah-kabilah dari suku Quraisy. Rasulullah dengan sangat baik menggunakan rasa kesukuan yang sangat kental dalam budaya Quraisy sebagai alat untuk kemaslahatan dakwah Islam. Hal ini yang membuat goncangan di internal suku Quraisy ketika diantara pemimpin kabilah berdebat untuk menyerang kaum Muslimin yang hijrah, namun di sisi lain ada sanak saudara mereka yang ikut di dalamnya.

6. Kekhwatiran kaum Quraisy atas hijrahnya umat Islam ke Habasyah membuktikan hal ini merupakan perkara atas dasar agama. Sebab jika perseturuan ini atas dasar pribadi, maka Quraisy dengan senang hati merelakan mereka yang pergi dari Mekkah. Tetapi, Quraisy justru merasa terancam dengan hijrahnya umat Islam, bahkan mereka mengirim diplomat terbaiknya untuk menjemput kaum Muslimin di Habasyah. Sebab bagi Quraisy jika Islam semakin berkembang di Habasyah, bisa berpeluang menyebar ke wilayah lain seperti Yaman atau Syam. Hal ini bisa menjadi ancaman kekuasaan Makkah yang posisinya berada di tengah-tengah jazirah Arab.



tgoop.com/Ngaji/226
Create:
Last Update:

Mutiara Sirah Nabawiyah ke-18

Hijrah Pertama Dalam Islam

1. Peristiwa ini terjadi di tahun ke-5 kenabian untuk mencari alternatif lokasi dakwah lain yaitu di Habasyah (Ethiopia). Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan agama akibat ancaman Quraisy semakin membahayakan. Rasulullah mempersiapkan rencana cadangan jika sewaktu-waktu Islam harus menghadapi risiko terburuk. Kita mendapat pelajaran berharga bahwa salah satu syarat Islam dapat berkembang dengan baik yaitu adanya keamanan dan ketenangan dalam beribadah. Karena dengan begitu umat Islam bisa dengan leluasa menampilkan karakter Islam di tengah masyarakat, sehingga masyarakat umum bisa menilai sendiri praktik Islam dalam keseharian. Contoh nyatanya di Indonesia, Islam masuk dengan jalan damai menyebabkan saat ini menjadikan jumlah muslim terbesar di dunia.

2. Hijrah bukan perkara mudah sebab sangat besar tantangannya diantaranya: meninggalkan tanah air, jauh dari sanak saudara, perjalanan yang berbahaya, dan perlu beradaptasi di lingkungan baru dengan bahasa yang berbeda. Namun, Rasulullah perlu meyakinkan kepada pengikutnya betapa pentingnya hal ini untuk masa depan Islam, yaitu dengan cara mengikutsertakan keluarga terdekat yaitu: menantunya Utsman bin Affan, sepupunya Ja'far bin Abu Thalib, dan bahkan anak kandungnya sendiri Ruqayyah. Rasulullah memberikan contoh bagi seorang pemimpin dalam menyukseskan rencananya tidak hanya sekadar beretorika tanpa aksi, tetapi juga ikut memberikan kontribusi nyata bahkan sebagai pelopor pertama kali.

3. Dipilihnya Habasyah untuk hijrah merupakan pemahaman yang utuh dari Rasulullah atas geopolitik dan kelemahan dari Quraisy. Habasyah dibandingkan wilayah lain di sekitar Arab relatif lebih independen dalam hal afiliasi politik. Jika di Syam dan Mesir berada di bawah pengaruh Romawi, sementara Yaman merupakan subordinat dari kekuasaan Persia. Sehingga Rasulullah bisa menjamin keselamatan umat Islam di sana ditentukan oleh rajanya yang adil bernama Najasyi. Ditambah lagi, penduduk dan raja Habasyah memeluk agama Nasrani sebagai salah satu agama samawi yang paling dekat pemahamannya dengan Islam.

4. Quraisy merupakan suku yang hidupnya sangat bergantung dari perdagangan, sebab alam Mekkah tidak memungkinkan untuk mengembangkan pertanian. Faktanya, Quraisy memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Habasyah. Sehingga Rasulullah memahami jika suatu saat Quraisy melakukan sesuatu kepada umat Islam di Habasyah yang bisa membuat hubungan dengan Najasyi menjadi terganggu. Maka, salah satu efeknya bisa saja Habasyah memboikot perdagangannya dengan Mekkah. Pelajaran lain yang bisa diambil ialah salah satu bekal pemimpin perlu memilki pengetahuan yang baik atas kelemahan lawan. Meskipun belum ada konfrontasi secara langsung dengan Quraisy, Rasulullah sudah memperhitungkan cara menyerang balik pihak lawan.

5. Orang-orang yang dikirim hijrah ke Habasyah sudah dipikirkan matang-matang oleh Rasulullah. Sebagian diantara mereka merupakan tokoh penting perwakilan kabilah-kabilah dari suku Quraisy. Rasulullah dengan sangat baik menggunakan rasa kesukuan yang sangat kental dalam budaya Quraisy sebagai alat untuk kemaslahatan dakwah Islam. Hal ini yang membuat goncangan di internal suku Quraisy ketika diantara pemimpin kabilah berdebat untuk menyerang kaum Muslimin yang hijrah, namun di sisi lain ada sanak saudara mereka yang ikut di dalamnya.

6. Kekhwatiran kaum Quraisy atas hijrahnya umat Islam ke Habasyah membuktikan hal ini merupakan perkara atas dasar agama. Sebab jika perseturuan ini atas dasar pribadi, maka Quraisy dengan senang hati merelakan mereka yang pergi dari Mekkah. Tetapi, Quraisy justru merasa terancam dengan hijrahnya umat Islam, bahkan mereka mengirim diplomat terbaiknya untuk menjemput kaum Muslimin di Habasyah. Sebab bagi Quraisy jika Islam semakin berkembang di Habasyah, bisa berpeluang menyebar ke wilayah lain seperti Yaman atau Syam. Hal ini bisa menjadi ancaman kekuasaan Makkah yang posisinya berada di tengah-tengah jazirah Arab.

BY Ngaji


Share with your friend now:
tgoop.com/Ngaji/226

View MORE
Open in Telegram


Telegram News

Date: |

Some Telegram Channels content management tips The Channel name and bio must be no more than 255 characters long SUCK Channel Telegram 1What is Telegram Channels? With the sharp downturn in the crypto market, yelling has become a coping mechanism for many crypto traders. This screaming therapy became popular after the surge of Goblintown Ethereum NFTs at the end of May or early June. Here, holders made incoherent groaning sounds in late-night Twitter spaces. They also role-played as urine-loving Goblin creatures.
from us


Telegram Ngaji
FROM American