NGAJI Telegram 231
Mutiara Sirah Nabawiyah ke-20

Pemboikotan Kaum Muslimin di Mekkah

1. Penyebab utama

Setelah masuk Islamnya Hamzah dan Umar, perkembangan Islam di Mekkah semakin tak terbendung. Kaum Quraisy kewalahan menahan gerak dakwah Islam di masyarakat. Sementara itu, Rasulullah SAW mendapat perlindungan keluarganya dari kabilah Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Maka Quraisy melakukan negosiasi dengan Rasulullah dan Abu Thalib untuk membatasi pengaruh Islam di Mekkah. Namun, hasilnya tetap tidak sesuai dengan keinginan mereka. Pada akhirnya Quraisy bersepakat untuk memboikot umat Islam tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga sosial. Peristiwa ini terjadi di tahun ke-7 kenabian.

2. Pemboikotan

Nabi Muhammad SAW dan umat Islam harus bersabar menjalani boikot panjang selama 3 tahun di lembah Abu Thalib. Mereka tidak diperkenankan menjual dan membeli barang kebutuhan hidup dari kabilah lain. Juga dilarang berkomunikasi dan menikah dengan kabilah lain. Di masa-masa berat inilah ibunda Khadijah dan Abu Thalib kondisi kesehatannya menurun akibat terbatasnya makanan, minuman, dan keperluan lainnya. Kalau pun ada bahan makanan hanya sedikit diperoleh dari beberapa kalangan Quraisy yang bersimpati. Hal tersebut menyebabkan di tahun ke-10 kenabian, setelah selesai fase pemboikotan, istri dan juga paman Rasulullah SAW wafat dalam waktu berdekatan. Para sejarawan menyebut periode waktu tersebut sebagai tahun kesedihan.

3. Intimidasi

Jika diskusi persuasif tidak menemui jalan keluar, maka musuh kebaikan akan melakukan ancaman berupa intimidasi keamanan dan jiwa untuk menghentikan proyek kebaikan. Prinsip ini berlaku di zaman sekarang, saat kita akan memulai suatu ide/gagasan/program kebaikan di masyarakat, ada kemungkinan akan menerima tekanan dari pihak-pihak yang tidak senang. Dalam menghadapi tekanan Quraisy, Rasulullah SAW mengambil keputusan besar dalam bentuk ikhtiar bersabar merasakan pahitnya pemboikotan, karena posisi umat Islam saat itu masih belum mapan untuk melakukan perlawanan.

4. Kesabaran sebagai sebuah startegi

Nabi Muhammad SAW memahami betul karakter Quraisy yang sangat setia terhadap sesama anggota sukunya. Ini yang beliau sudah kalkulasi dengan berharap ada dari penduduk Mekkah yang bersimpati terhadap kondisi umat Islam. Maka keputusan beliau untuk menjalani pemboikotan bukan sebuah bentuk kesabaran yang pasif, melainkan bagian dari strategi untuk keluar dari tekanan Quraisy. Sebab efek yang muncul dari pemboikotan ini, yaitu citra Quraisy menjadi buruk di mata suku-suku arab lain. Hal ini menyebabkan Quraisy mendapat tekanan untuk segera menghentikan pemboikotan. Salah satunya datang dari dalam suku Quraisy sendiri yang dikomandoi oleh 5 orang: Hisyam bin Amru, Zuhair bin Abui Umayyah, Muth'im bin Adi, Abu al-Bukhturi, dan Zam'ah bin al-Aswad. Mereka berhasil membentuk opini publik bahwa pemboikotan sebuah kezaliman yang perlu segera dihentikan. Setelah sempurna ikhtiar, doa, dan tawakal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, pada akhirnya datang pertolongan Allah yang mengirimkan rayap untuk memakan piagam boikot yang terletak di Kabah.

5. Respon terhadap kezaliman

Pemboikotan ini berakhir dengan pecahnya persatuan Quraisy dan terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Sebab kezaliman yang diperlihatkan secara terang-terangan pada dasarnya akan mengundang simpati dari banyak pihak. Salah satu prinsip yang bisa kita lakukan saat melihat kezaliman di depan mata, yaitu dengan menyebarluaskan info ke khalayak umum terkait fakta sebenarnya yang terjadi. Harapannya agar sebanyak mungkin orang yang mendengar berita tersebut, dan di saat yang sama masih memiliki nurani, akan bergerak untuk menghentikan kezaliman. Hal ini sudah terbukti, seperti sekarang meskipun banyak negara Barat yang mendukung kebrutalan Zionis, namun banyak rakyat dari negara-negara tersebut masih terus aktif berdemonstrasi menyuarakan untuk segera diberlakukannya gencatan senjata dan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina.

6. Rasulullah sebagai teladan pemimpin

Peristiwa ini menggambarkan keteladanan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam.



tgoop.com/Ngaji/231
Create:
Last Update:

Mutiara Sirah Nabawiyah ke-20

Pemboikotan Kaum Muslimin di Mekkah

1. Penyebab utama

Setelah masuk Islamnya Hamzah dan Umar, perkembangan Islam di Mekkah semakin tak terbendung. Kaum Quraisy kewalahan menahan gerak dakwah Islam di masyarakat. Sementara itu, Rasulullah SAW mendapat perlindungan keluarganya dari kabilah Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Maka Quraisy melakukan negosiasi dengan Rasulullah dan Abu Thalib untuk membatasi pengaruh Islam di Mekkah. Namun, hasilnya tetap tidak sesuai dengan keinginan mereka. Pada akhirnya Quraisy bersepakat untuk memboikot umat Islam tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga sosial. Peristiwa ini terjadi di tahun ke-7 kenabian.

2. Pemboikotan

Nabi Muhammad SAW dan umat Islam harus bersabar menjalani boikot panjang selama 3 tahun di lembah Abu Thalib. Mereka tidak diperkenankan menjual dan membeli barang kebutuhan hidup dari kabilah lain. Juga dilarang berkomunikasi dan menikah dengan kabilah lain. Di masa-masa berat inilah ibunda Khadijah dan Abu Thalib kondisi kesehatannya menurun akibat terbatasnya makanan, minuman, dan keperluan lainnya. Kalau pun ada bahan makanan hanya sedikit diperoleh dari beberapa kalangan Quraisy yang bersimpati. Hal tersebut menyebabkan di tahun ke-10 kenabian, setelah selesai fase pemboikotan, istri dan juga paman Rasulullah SAW wafat dalam waktu berdekatan. Para sejarawan menyebut periode waktu tersebut sebagai tahun kesedihan.

3. Intimidasi

Jika diskusi persuasif tidak menemui jalan keluar, maka musuh kebaikan akan melakukan ancaman berupa intimidasi keamanan dan jiwa untuk menghentikan proyek kebaikan. Prinsip ini berlaku di zaman sekarang, saat kita akan memulai suatu ide/gagasan/program kebaikan di masyarakat, ada kemungkinan akan menerima tekanan dari pihak-pihak yang tidak senang. Dalam menghadapi tekanan Quraisy, Rasulullah SAW mengambil keputusan besar dalam bentuk ikhtiar bersabar merasakan pahitnya pemboikotan, karena posisi umat Islam saat itu masih belum mapan untuk melakukan perlawanan.

4. Kesabaran sebagai sebuah startegi

Nabi Muhammad SAW memahami betul karakter Quraisy yang sangat setia terhadap sesama anggota sukunya. Ini yang beliau sudah kalkulasi dengan berharap ada dari penduduk Mekkah yang bersimpati terhadap kondisi umat Islam. Maka keputusan beliau untuk menjalani pemboikotan bukan sebuah bentuk kesabaran yang pasif, melainkan bagian dari strategi untuk keluar dari tekanan Quraisy. Sebab efek yang muncul dari pemboikotan ini, yaitu citra Quraisy menjadi buruk di mata suku-suku arab lain. Hal ini menyebabkan Quraisy mendapat tekanan untuk segera menghentikan pemboikotan. Salah satunya datang dari dalam suku Quraisy sendiri yang dikomandoi oleh 5 orang: Hisyam bin Amru, Zuhair bin Abui Umayyah, Muth'im bin Adi, Abu al-Bukhturi, dan Zam'ah bin al-Aswad. Mereka berhasil membentuk opini publik bahwa pemboikotan sebuah kezaliman yang perlu segera dihentikan. Setelah sempurna ikhtiar, doa, dan tawakal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, pada akhirnya datang pertolongan Allah yang mengirimkan rayap untuk memakan piagam boikot yang terletak di Kabah.

5. Respon terhadap kezaliman

Pemboikotan ini berakhir dengan pecahnya persatuan Quraisy dan terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Sebab kezaliman yang diperlihatkan secara terang-terangan pada dasarnya akan mengundang simpati dari banyak pihak. Salah satu prinsip yang bisa kita lakukan saat melihat kezaliman di depan mata, yaitu dengan menyebarluaskan info ke khalayak umum terkait fakta sebenarnya yang terjadi. Harapannya agar sebanyak mungkin orang yang mendengar berita tersebut, dan di saat yang sama masih memiliki nurani, akan bergerak untuk menghentikan kezaliman. Hal ini sudah terbukti, seperti sekarang meskipun banyak negara Barat yang mendukung kebrutalan Zionis, namun banyak rakyat dari negara-negara tersebut masih terus aktif berdemonstrasi menyuarakan untuk segera diberlakukannya gencatan senjata dan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina.

6. Rasulullah sebagai teladan pemimpin

Peristiwa ini menggambarkan keteladanan Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam.

BY Ngaji


Share with your friend now:
tgoop.com/Ngaji/231

View MORE
Open in Telegram


Telegram News

Date: |

The SUCK Channel on Telegram, with a message saying some content has been removed by the police. Photo: Telegram screenshot. How to Create a Private or Public Channel on Telegram? Co-founder of NFT renting protocol Rentable World emiliano.eth shared the group Tuesday morning on Twitter, calling out the "degenerate" community, or crypto obsessives that engage in high-risk trading. How to Create a Private or Public Channel on Telegram? With the sharp downturn in the crypto market, yelling has become a coping mechanism for many crypto traders. This screaming therapy became popular after the surge of Goblintown Ethereum NFTs at the end of May or early June. Here, holders made incoherent groaning sounds in late-night Twitter spaces. They also role-played as urine-loving Goblin creatures.
from us


Telegram Ngaji
FROM American